Selasa, 02 Juli 2013

Industri Perekat


Hai teman !!

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang perekat, baik dari apa itu perekat, macam-macamnya, digunakan untuk apa saja, bagaimana cara memilih perekat yang baik dan sebagainya. Kita akan kupas sampai tuntas yang berkaitan dengan perekat, check it out..

Apa sih perekat itu? Perekat adalah bahan yang dapat menahan 2 buah benda berdasarkan ikatan permukaan menjadi 1 karena ada gaya-gaya pengikat antar permukaan, yaitu gaya valensi atau gaya ikatan ion dan gaya saling mencengkram antara perekat dengan bahan yang direkat.

Setelah memahami apa itu perekat, kita kupas bahan-bahan perekat itu apa saja sih? Bahan-bahan perekat itu ada 2 macam dilihat dari jenisnya:
  • Bahan yang berbasis air.
  • Bahan yang berbasis hardener.

Jika dilihat dari pembagian bahannya, ada 2 jenis:
  1.  Bahan perekat alami (Berasal dari hewani, tumbuhan dan mineral).
  2. Bahan perekat sintetis (Berasal dari elastomer, thermoplastic dan thermosetting).

Selanjutnya kita kupas macam-macam perekat yuk:
  • Perekat tembikar (Perekat ini banyak digunakan untuk pembuatan batu gerinda, penggunaan perekat tersebut hingga 80%). Bahan dasar terbuat dari keramik tanah liat dan tidak cepat berubah meski terkena pengaruh dari air, oli, bahkan perubahan suhu.
  • Perekat silikat (Perekat ini juga untuk pembuatan batu gerinda namun lebih sensitif seperti pisau frais, bor dan lain-lain).
  •  Perekat Bakelit (Untuk batu gerinda juga, namun untuk kecepatan tinggi, seperti gergaji dan lain-lain).
  •  Perekat karet (Perekat untuk batu gerinda yang lebih kasar).
  • Perekat embelau (Perekat untuk bahan yang lebih tipis seperti rol kertas).
  • Perekat logam (Digunakan untuk mengikat).

 Jenis-jenis bahan perekat dan digunakan untuk apa saja:
  1.  Gips -> Merupakan perekat yang sering dipakai pada beton. Gips terbentuk dari endapan kapur dan sulfat yang larut dalam tanah.
  2. Kapur -> Bisa juga menjadi perekat, dengan membakarnya, lalu dicapur dengan air. Perekat kapur sering digunakan dalam bidang pertanian, industri pharmasi, industri baja, industri karet, industri kertas, industri gula, industri semen dan lain-lain.
  3. Puzzolan -> Perekat yang berbentuk seperti semen.
  4. Animal Glue -> Bahan perekat ini terbuat dari kolagen yang dapat larut dalam air panas. Perekat jenis ini digunakan untuk kayu.
  5. Casein -> Terbuat dari zat protein pada susu hewan. Digunakan untuk penempelan label kertas pada botol gelas.
  6.  Starch dan Dextrin -> Terbuat dari tumbuh-tumbuhan, seperti tepung tapioka dan digunakan untuk pembuatan kantong-kantong kertas, kotak-kotak karton dan lain-lain.
  7.  Poly Vinyl Acetate -> Digunakan untuk kayu.
  8.  Urea Formaldehide -> Perekat jenis ini lebih murah dibanding perekat lainnya. Perekat ini digunakan untuk merekatkan lapisan kayu.
  9. Emolsion Acrilic -> Berfungsi merekatkan beton.

Setelah kita mengetahui yang berhubungan dengan perekat, kita simak tips-tips cara memilih perekat yang tepat :
  • Kita harus mengetahui perekat apa yang cocok dengan bahan yang akan kita rekatkan, karena jika tidak sesuai, bahan yang akan kita rekatkan tidak akan menempel dengan perekat.
  • Bersihkan bahan yang akan kita rekatkan, agar ketika perekat kita berikan, perekat bekarja dengan baik.
  • Pilihlah perekat yang terbaik menurut anda, perekat yang baik memiliki daya rekat kuat dan cepat mengering.
  • Setelah perekat menempel pada bahan, biarkan perekat mengering. Usahakan pada saat pengeringan, jauh dari jangkauan manusia, karena aroma perekat sangat berbahaya bagi kesehatan.
Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih ^^,

Artikel ini bersumber dari :
http://vansaka.blogspot.com/2010/04/perekat-dan-perekatan-kayu.html

Rabu, 26 Juni 2013

Polusi Panas di ubah menjadi Energi Listrik?


Di zaman modern seperti saat ini, ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan pesat. Bumi yang semakin tua, membuat kita berpikir keras untuk memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan material di bumi agar tidak habis oleh waktu, karena material dibumi tidak bisa di daur ulang, contohnya minyak bumi. Minyak bumi sebagai energi listrik di bumi lambat laun akan habis. Oleh karena itu telah ditemukan material selain minyak bumi yang dapat menjadi energi listrik.

Penunuan limbah atau insinerasi adalah teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik. Insinerasi material sampah menjadi abu, gas sisa hasil pembakaran, partikulat, dan panas. Polutan yang terdapat pada gas tersebut, sebelum dilepas ke atmosfer dibersihkan dahulu. Kemudian panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik meskipun hasil pembakaran insinerasi berbahaya pada kesehatan. Walaupun berbahaya, ada dampak positif dari insinerasi yaitu menggantikan pembangkit listrik dan distributor pemanas di negara-negara beriklim sedang dan dingin.

Material yang dapat dijadikan energi listrik yaitu, nanokristal garam batu (stronsium tellurida, SrTe) ke dalam timbal tellurida (PbTe) pada sistem pembuangan kendaraan (knalpot), mesin-mesin dan alat-alat industri yang menghasilkan kalor. Material tersebut menunjukkan karakteristik termoelektrik yang cukup tinggi dan dapat mengubah polusi panas menjadi energi listrik sebanyak 14% tanpa sistem turbin maupun generator. Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Chemistry.

Dengan ditemukan material diatas, memberi keuntungan tersendiri dari segi biaya, hanya membutuhkan beberapa kabel listrik saja dan dapat langsung digunakan. Industri kimia, otomotif, batu bata, kaca, maupun industri lainnya yang banyak membuang panas dalam proses produksi, jika menggunakan metode ini, dapat menuai keuntungan lebih.

Polusi panas, selain dapat menjadi bahan bakar atau energi listrik tanpa melalui proses tertentu, dapat juga dijadikan untuk penanaman pohon dan mengekstrak gula dari biomassa.

Selain polusi panas diatas, yang bisa diubah menjadi energi listrik yaitu panas dari nuklir. Panas nuklir memiliki bahan baku yang murah dan sangat efisien yang dapat membangkitkan  turbin pembangkit listrik, namun dalam penggunaan panas nuklir harus berhati-hati karena limbahnya sangat berbahaya karena tidak dapat terurai dan bisa menghasilkan radiasi. Selain itu, rawan kebocoran radiasi pada reaktornya. Namun semua itu bisa teratasi dengan penjagaan sistem keamanan reaktor yang sangat kuat.

Dari artikel diatas, dapat disimpulkan, ternyata jika kita peka akan lingkungan kita hingga ke hal-hal terkecil yang kita anggap sepele bahkan menganggap tidah berguna sekalipun dapat bermanfaat buat lingkungan di sekitar kita.

Selasa, 11 Juni 2013

Mengenal Antibiotik


Guys, pasti sudah sering mendengar istilah antibiotik kan? Baik dalam dunia medis/kedokteran ataupun dalam dunia ilmu pengetahuan. Tapi sebelumnya, apa kalian mengetahui arti antibiotik? Yuk, mari kita simak dan kupas bersama sama apa sih antibiotik itu.

Antibiotik adalah golongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik digunakan sebagai pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotik merupakan obat yang membunuh penyakit tanpa melukai penggunanya.


Meskipun ada lebih dari 100 macam antibiotik, namun antibiotik berasal dari beberapa jenis antibiotik saja, sehingga mudah untuk dikelompokkan. Banyak cara untuk menggolongkan antibiotik, salah satunya berdasarkan struktur kimianya, yaitu sebagai berikut :

a.   Golongan Aminoglikosida Diantaranya amikasin, dibekasin, gentamisin, kanamisin, neomisin, netilmisin, paromomisin, sisomisin, streptomisin, tobramisin.
b. Golongan Beta-Laktam Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem, imipenem, meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksisilin).
c. Golongan Glikopeptida Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan dekaplanin.
d. Golongan Poliketida Diantaranya golongan makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida (telitromisin), golongan tetrasiklin (doksisiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin).
e. Golongan Polimiksin Diantaranya polimiksin dan kolistin.
f. Golongan Kinolon (fluorokinolon) Diantaranya asam nalidiksat, siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin, levofloksasin, dan trovafloksasin.
g. Golongan Streptogramin Diantaranya pristinamycin, virginiamycin, mikamycin, dan kinupristin-dalfopristin.
h. Golongan Oksazolidinon Diantaranya linezolid dan AZD2563.
i. Golongan Sulfonamida Diantaranya kotrimoksazol dan trimetoprim.j. Antibiotika lain, seperti kloramfenikol, klindamisin dan asam fusidat. 

Antibiotik selain untuk pembunuh bakteri dapat juga menimbulkan efek samping, yaitu:
1)     Penggunaan antibiotik pada perempuan dapat menyebabkan infeksi pada organ intim seperti gatal-gatal, keputihan, atau munculnya cairan dan bau pada vagina.
2)     Penggunaan antibiotik juga dapat mengganggu pencernaan seperti timbulnya nyeri di perut, kembung, mual, kram, dan diare. Efek samping yang ditimbulkan terhadap orang-orang tertentu bisa dialami menahun.
3)     Penggunaan antibiotik juga bisa membuat jantung yang berdebar-debar, sakit kepala, penyakit kuning, timbulnya masalah ginjal maupun masalah saraf seperti kesemutan.
4)     Terlalu sering minum antibiotik juga bisa mengakibatkan resistensi atau suatu keadaan di mana tubuh sudah tidak mempan lagi dengan antibiotik sehingga membutuhkan antibiotik lebih tinggi lagi dan kondisi seperti ini tidak baik bagi tubuh manusia.
5)     Pemakaian antibiotik dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan efek samping serius yaitu terjadinya kerusakan hati atau disfungsi hati, penurunan sel darah putih, kerusakan pada otak, tendon pecah, koma, aritmia jantung, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Setelah dilihat diatas, mungkin agak menyeramkan juga yaa memakai antibiotik. Tapi tenang, antibiotik juga ada yang tidak menimbulkan efek samping yaitu:

*) Kunyit merupakan antibiotik yang dapat menyembuhkan batuk dan radang tenggorokan.
 *) Eritromisin dan Minocycline dapat menyembuhkan jerawat(Terutama Eritromisin dapat mengurangi kemerahan disekitar jerawat.
*) Keringat tubuh manusia juga bisa menjadi antibiotik, peneliti dari University of Edinburgh, Jerman, menemukan protein yang terkandung dalam keringat manusia dengan cepat menghancurkan bakteri berbahaya.


Dalam penggunaan antibiotik tidak boleh secara sembarangan dan harus dengan resep dokter. Namun, jika teman-teman diharuskan untuk menggunakan antibiotik, maka sebaiknya didasarkan atau berkonsultasi terlebih dahulu kepada otoritas kesehatan terkait dengan efektifitas obat antibiotik, petunjuk pemakaian obat sampai pada daya tahan tubuh yang masih bisa mentolerir jika diberikan antibiotik. Menjadi lebih bijak dan aman untuk terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter atau petugas kesehatan terkait.
Karena keringat sudah diteliti dapat menjadi antibiotik, maka dari itu, rajin-rajinlah berolahraga karena berolahraga dapat mengeluarkan keringat dan tubuh sehat. Sekian



Artikel ini bersumber dari:

Jumat, 17 Mei 2013

Netralisasi



Konsep paling mendasar dan praktis dalam kimia asam basa tidak diragukan lagi adalah netralisasi. Fakta bahwa asam dan basa dapat saling meniadakan satu sama lain telah dikenal baik sebagai sifat dasar asam basa sebelum perkembangan kimia modern.
A. NETRALiSASi
Neutralisasi dapat didefinisikan sebagai reaksi antara proton (atau ion hidronium) dan ion hidroksida membentuk air.
H+ + OH-–> H2O
Dengan bantuan persamaan di atas, mungkin untuk menentukan konsentrasi basa (atau asam) yang konsentrasinya belum diketahui dengan netralisasi larutan asam (atau basa) yang konsentrasinya telah diketahui. Prosedur ini disebut dengan titrasi netralisasi.
B. GARAM
Setiap asam atau h=garam memiliki ion lawannya, dan reaksi asam basa melibatkan ion-ion ini. Dalam reaksi netralisasi khas seperti antara HCl dan NaOH,
HCl
+
NaOH
–>
NaCl
+
H2O
(9.35)
asam

basa

garam

air

Selain air, terbentuk NaCl dari ion khlorida, ion lawan dari proton, dan ion natrium, ion lawan basa. Zat yang terbentuk dalam netralisasi semacam ini disebut dengan garam. Asalkan reaksi netralisasinya berlangsung dalam air, baik ion natrium dan ion khlorida berada secara independen sebagai ion, bukan sebagai garam NaCl. Bila air diuapkan, natrium khlorida akan tinggal. Kita cenderung percaya bahwa garam bersifat netral karena garam terbentuk dalam netralisasi. Memang NaCl bersifat netral. Namun, larutan dalam air beberapa garam kadang asam atau basa. Sebaliknya, amonium khlorida NH4Cl, garam yang terbentuk dari asam kuat HCl dan basa lemah amonia, bersifat asam lemah. Fenomena ini disebut hidrolisis garam.
Sebagai rangkuman, dalam hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat, bagian anion dari garam bereaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida.
C. KURVA TiTRASi
Dalam reaksi netralisasi asam dan basa, atau basa dengan asam, bagaimana konsentrasi [H+], atau pH, larutan bervariasi? Perhitungan [H+] dalam titrasi asam kuat dengan basa kuat atau sebaliknya basa kuat dengan asam kuat tidak sukar sama sekali. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan membagi jumlah mol asam (atau basa) yang tinggal dengan volume larutannya.
Perhitungannya akan lebih rumit bila kombinasi asam lemah dan basa kuat, atau yang melibatkan asam kuat dan basa lemah. [H+] akan bergantung tidak hanya pada asam atau basa yang tinggal, tetapi juga hidrolisis garam yang terbentuk.
 1. Titrasi asam kuat dan basa kuat.
[1] sebelum titik ekivalen:
Karena disosiasi air dapat diabaikan, jumlah mol H+ sama dengan jumlah sisa asam yang tinggal
 [2] Pada titik ekivalen:
Disosiasi air tidak dapat diabaikan di sini.
 [3] setelah titik ekivalen:
Jumlah mol basa berlebih sama dengan jumlah mol ion hidroksida. [OH-] dapat diperoleh dengan membagi jumlah mol dengan volume larutan.
2. Titrasi asam kuat dan basa lemah
Hasilnya akan berbeda bila asam lemah dititrasi dengan basa kuat.
[1] Titik awal: vB = 0. pH di tahap awal lebih besar dari di kasus sebelumnya.
 [2] sebelum titik ekivalen: sampai titik ekivalen, perubahan pH agak lambat.
[3] pada titik ekivalen (vB = 10 x 10-3 dm3): pada titik ini hanya natrium asetat CH3COONa yang ada. [H+] dapat diperoleh dengan cara yang sama dengan pada saat kita membahas hidrolisis garam.
[4] setelah titik ekivalen. [H+] larutan ditentukan oleh konsentrasi NaOH, bukan oleh CH3COONa.
Perubahan pH yang perlahan sebelum titik ekivalen adalah akibat bekerjanya buffer. Sebelum titik ekivalen, terdapat larutan natrium asetat (garam dari asam lemah dan bas kuat) dan asam asetat (asam lemah). Karena keberadaan natrium asetat, kesetimbangan disosiasi natrium asetat
3. Titrasi basa lemah dan asam kuat
Titrasi 10 x 10-3 dm3 basa lemah misalnya larutan NH3 0,1 mol dm-3 dengan asam kuat misalnya HCl 0,1 mol dm-3 (Gambar 9.3). Dalam kasus ini, nilai pH pada kesetimbangan agak lebih kecil daripada di kasus titrasi asam kuat dengan basa kuat. Kurvanya curam, namun, perubahannya cepat di dekat titik kesetimbangan. Akibatnya titrasi masih mungkin asalkan indikator yang tepat dipilih, yakni indikator dengan rentang indikator yang sempit.
4. Titrasi basa lemah(asam lemah) dengan basa kuat(asam kuat).
Dalam titrasi jenis ini, kurva titrasinya tidak akan curam pada titik kesetimbangan, dan perubahan pHnya lambat. Jadi tidak ada indikator yang dapat menunjukkan perubahan warna yang jelas. Hal ini berarti titrasi semacam ini tidak mungkin dilakukan.
D. KERJA BUFER
Kerja bufer didefinisikan sebagai kerja yang membuat pH larutan hampir tidak berubah dengan penambahan asam atau basa. Larutan yang memiliki kerja bufer disebut larutan bufer. Sebagian besar larutan bufer terbentuk dari kombinasi garam (dari asam lemah dan basa kuat) dan aam lemahnya. Cairan tubuh organisme adalah larutan bufer, yang akan menekan perubahan pH yang cepat, yang berbahaya bagi makhluk hidup.
e. Indikator
Pigmen semacam fenolftalein dan metil merah yang digunakan sebagai indikator titrasi adalah asam lemah (disimbolkan dengan HIn) dan warnanya ditentukan oleh [H+] larutan.
Rentang pH yang menimbulkan perubahan besar warna indikator disebut dengan interval transisi. Alasan mengapa ada sedemikian banyak indikator adalah fakta bahwa nilai pH titik ekivalen bergantung pada kombinasi asam dan basa. Kunci pemilihan indikator bergantung pada apakah perubahan warna yang besar akan terjadi di dekat titik ekivalen.
Tabel 9.3 Indikator penting dan interval transisinya.
Indikator
interval transisi
perubahan warna(asam–>basa)
Biru timol
1,2-2,8
merah –> kuning
Metil oranye
3,1-4,4
merah –> kuning
Metil merah
4,2-6,3
merah –> kuning
bromotimol biru
6,0-7,6
kuning–> biru
merah kresol
7,2-8,8
kuning –> merah
fenolftalein
8,3-10,0
tak berwarna–> merah
alizarin kuning
10,2-12,0
kuning–> merah