Sebelum abad ke-18, metalurgi
dan farmasi sebenarnya didasarkan atas pengalaman saja dan bukan teori. Jadi,
nampaknya tidak mungkin titik-titik awal ini yang kemudian berkembang menjadi
kimia modern. Berdasarkan hal-hal ini dan sifat kimia modern yang terorganisir
baik dan sistematik metodologinya, akar sebenarnya kimia modern mungkin dapat
ditemui di filosofi Yunani kuno. Di Yunani kuno, ada perselisihan yang
tajam antara teori atom dan penolakan keberadaan atom.
Sebenarnya, teori atom
tetap tidak ortodoks dalam dunia kimia dan sains. Di awal abad ke-19, kimiawan
Inggris John Dalton (1766-1844) melahirkan ulang teori atom Yunani kuno. Tidak
sampai awal abad 20 teori atom, akhirnya dibuktikan sebagai fakta, bukan hanya
hipotesis. Hal ini dicapai dengan percobaan yang terampil oleh kimiawan
Perancis Jean Baptiste Perrin (1870-1942). Jadi, perlu waktu yang cukup panjang
untuk menetapkan dasar kimia modern.
a. Teori atom Kuno
Filosofi atomik Yunani kuno sering
dihubungkan dengan Democritos. Atom yang dipaparkan oleh Lucretius
memiliki kemiripan dengan molekul modern. Anggur (wine) dan minyak zaitun,
misalnya memiliki atom-atom sendiri. Atom adalah entitas abstrak. Atom memiliki
bentuk yang khas dengan fungsi yang sesuai dengan bentuknya.
Teori struktural
modern molekul menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat dekat antara
struktur molekul dan fungsinya. Ketika otortas Aristotle mulai menurun
di awal abad modern, banyak filsuf dan ilmuwan mulai mengembangkan teori yang
dipengaruhi teori atom Yunani. Gambaran materi tetap dipegang oleh filsuf
Perancis Rene Descartes (1596-1650), filsuf Jerman Gottfried Wilhelm Freiherr
von Leibniz (1646-1716), dan ilmuwan Inggris Sir Issac Newton (1642-1727) yang
lebih kurang dipengaruhi teori atom.
b. Teori atom Dalton
Di awal abad ke-19, teori atom sebagai
filosofi materi telah dikembangkan dengan baik oleh Dalton yang mengembangkan
teori atomnya berdasarkan peran atom dalam reaksi kimia. Teori atomnya
dirangkumkan sebagai berikut:
Teori atom Dalton:
(i) partikel dasar yang menyusun unsur
adalah atom. Semua atom unsur tertentu identik.
(ii) massa atom yang berjenis sama akan
identik tetapi berbeda dengan massa atom unsur jenis lain.
(iii) keseluruhan atom terlibat dalam
reaksi kimia. Keseluruhan atom akan membentuk senyawa. Jenis dan jumlah atom
dalam senyawa tertentu tetap.
Dasar teoritik teori Dalton terutama
didasarkan pada hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Keduanya
telah ditemukan sebelumnya, dan hukum perbandingan berganda yang dikembangkan
oleh Dalton sendiri.
1.
Senyawa tertentu selalu mengandung
perbandingan massa unsur yang sama.
2.
Bila dua unsur A dan B membentuk sederet
senyawa, rasio massa B yang bereaksi dengan sejumlah A dapat direduksi menjadi
bilangan bulat sederhana.
atom Dalton adalah penyusun materi, dan
banyak senyawa dapat dibentuk oleh sejumlah terbatas atom. Teori atom Dalton
mensyaratkan proses dua atau lebih atom bergabung membentuk materi. Hal ini
merupakan alasan mengapa atom Dalton disebut atom kimia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar