Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di
dalam larutan. Konsentrasi umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat
terlarut dengan jumlah total zat dalam larutan, atau dalam perbandingan jumlah
zat terlarut dengan jumlah pelarut. Contoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian per juta (part per
million, ppm). Sementara itu, secara kualitatif, komposisi
larutan dapat dinyatakan sebagai encer (berkonsentrasi rendah)
atau pekat (berkonsentrasi tinggi).
PELARUTAN
Molekul komponen-komponen larutan
berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Pada proses pelarutan, tarikan
antarpartikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan tarikan antara
pelarut dengan zat terlarut. Terutama jika pelarut dan zat terlarut sama-samapolar, akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut
mengelilingi zat terlarut; hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut
dan pelarut tetap stabil. Bila komponen zat terlarut ditambahkan
terus-menerus ke dalam pelarut, pada suatu titik komponen yang ditambahkan
tidak akan dapat larut lagi. Misalnya, jika zat terlarutnya berupa padatan dan
pelarutnya berupa cairan, pada suatu titik padatan tersebut tidak dapat larut
lagi dan terbentuklah endapan.
Jumlah zat terlarut dalam larutan tersebut
adalah maksimal, dan larutannya disebut sebagai larutan jenuh. Titik tercapainya
keadaan jenuh larutan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti suhu, tekanan, dan
kontaminasi. Secara umum, kelarutan suatu zat (yaitu jumlah suatu zat yang dapat terlarut dalam pelarut
tertentu) sebanding terhadap suhu. Hal ini terutama berlaku pada zat padat,
walaupun ada perkecualian. Kelarutan zat cair dalam zat cair lainnya secara
umum kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan padatan atau gas dalam zat
cair. Kelarutan gas dalam air umumnya berbanding terbalik terhadap suhu.
LARUTAN IDEAL
Bila interaksi antarmolekul
komponen-komponen larutan sama besar dengan interaksi antarmolekul
komponen-komponen tersebut pada keadaan murni, terbentuklah suatu idealisasi
yang disebut larutan ideal. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult, yaitu
bahwatekanan uap pelarut (cair) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan.
Larutan yang benar-benar ideal tidak terdapat di alam, namun beberapa larutan
memenuhi hukum Raoult sampai batas-batas tertentu. Contoh larutan yang dapat
dianggap ideal adalah campuran benzena dan toluena. Ciri lain larutan ideal adalah bahwa
volumenya merupakan penjumlahan tepat volume komponen-komponen penyusunnya.
Pada larutan non-ideal, penjumlahan volume zat terlarut murni dan pelarut murni
tidaklah sama dengan volume larutan.
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Larutan cair encer menunjukkan sifat-sifat
yang bergantung pada efek kolektif jumlah partikel terlarut, disebut sifat koligatif. Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap,
peningkatan titik didih,
penurunan titik beku, dan
gejala tekanan
osmotik.
JENIS JENIS LARUTAN
Larutan dapat diklasifikasikan misalnya
berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh
larutan berdasarkan fase komponen-komponennya.
Contoh larutan
|
Zat terlarut
|
|||
Gas
|
Cairan
|
Padatan
|
||
Pelarut
|
Gas
|
Uap air di udara (kelembapan)
|
||
Cairan
|
||||
Padatan
|
||||
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik,
larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit.
Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit
tidak dapat menghantarkan listrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar